Tuesday, August 23, 2016

Wilayah lautan mempunyai kekayaan dan keanekaragaman hayati terbesar didunia. Lautan banyak memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan terutama mengenai organisme laut. Ekosistem lautan merupakan sistem lingkungan akuatik terbesar di planet bumi (Nyabakken, 1988 dalam Aullia dkk, 2012).
Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut karena menjadi sumber kehidupan bagi beranekaragam biota laut. Ekosistem terumbu karang terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih. Perairan tersebut merupakan perairan yang paling produktif diperairan laut tropis, serta memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (Dahuri, 1999).
Kerusakan ekosistem terumbu karang dapat mengakibatkan terganggunya seluruh kehidupan di laut dan pantai yang ada di wilayah tersebut. Pencemaran oleh berbagai macam limbah di pantai dapat mengganggu kelangsungan hidup terumbu karang yang membutuhkan perairan yang bersih. Faktor lain yang dapat mengancam kelestarian terumbu karang diantaranya penangkapan ikan dengan menggunakan peledak dan bahan kimia beracun, aktivitas penambangan yang berlebihan sebagai bahan bangunan dan sebagai hiasan, selain itu peningkatan suhu bumi juga merupakan ancaman yang cukup berbahaya bagi terumbu karang. Belakangan ini diperkirakan hampir 25% dari kehidupan ekosistem terumbu karang telah mati dan diakibatkan dari peningkatan suhu bumi yang mencapai 4°C. Kerusakan terumbu karang dapat disebabkan dari bahan peledak, cyanide, pencemaran dari daratan terutama akibat sedimentasi serta kontaminasi minyak dari kapal dan oil mining di laut (Soedharma, 2005). Penyebab penurunan karang juga diperkirakan berasal dari faktor antropogenik, seperti penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, dan sedimentasi. Angin topan dan badai tropis juga merupakan faktor penentu yang mengakibatkan gangguan alam yang paling jelas dan sangat mempengaruhi struktur dan fungsi ekosistem terumbu karang. Kerusakan karang yang banyak terjadi secara umum adalah penyakit karang sepeti pemutihan karang (coral bleaching) di beberapa tempat seperti Florida yang menunjukkan terjadinya  penurunan tingkat penutupan karng hingga mencapai 38% (Williams et al, 1990). Hal ini seperti yang telah dikemukakan oleh Crabbe (2012) yang mengaatakan bahwa terumbu karang di seluruh dunia sedang mengalami tantangan berat dari berbagai faktor antropogenik dan lingkungan termasuk overfishing, praktek penangkapan ikan yang dapat merusak, coral bleaching, pengasaman laut, kenaikan permukaan laut, algal blooms, agricultural run-off, pembangunan pesisir dan resor, polusi laut, peningkatan penyakit karang, spesies invasif, dan badai / kerusakan siklon.



Gambar 1. Coral Bleacing


Gambar 2. Degradasi Lingkungan
Akibat dari aktivitas yang sudah disebutkan diatas terumbu karang yang terdapat di Indonesia hanya tersisa 30% dalam kondisi baik, 37% dalam kondisi sedang, dan 33% rusak parah. Pemantauan kondisi terumbu karang dapat menggunakan beberapa metode pendeteksi dini. Metode yang paling sering digunakan adalah metode LIT (Line Intercept Transect), yaitu metode yang digunakan untuk menentukan penutupan komunitas bentos yang hidup bersama karang serta penutupan karang itu sendiri (Aulila et al., 2012). Namun, metode LIT bukan merupakan metode satu-satunya yang dapat digunakan dalam memantau kondisi lingungan terumbu karang, terdapat pula Reef check dan metode yang dapat menggunakan bioindikator (Aulia et al., 2012).
Metode sederhana yang dapat digunakan untuk memantau kondisi terumbu karang adalah penghitungan indeks keanekaragaman biota yang berasosiasi dengan terumbu karang termasuk foraminifera bentik  (Natsir dan Subkhan, 2010). Foraminifera dapat dikatakan sebagai bioindikator karena sudah banyak digunakan sebagai bioindikator lingkungan perairan dan lingkungan paleo. Lingkungan paleo meupakan lingkungan pengendapan karena adanya proses sedimentasi dan dapat dikorelasikan dengan umur batuan (Rifai, 2004). Foraminifera memerlukan kesamaan kualitas air dengan berbagai biota pembentuk terumbu karag dan siklus hidupnya cukup singkat sehingga dapat menggambarkan perubahan lingkungan yang terjadi dalam aktu cepat (Hallock et al., 2003).
Kerusakan terumbu karang tidak hanya mengancam organisme dan ikan yang hidup disekitarnya, tetapi juga mengancam kehidupan manusia karena manusia membutuhkan sumber pangan dari ikan yang salah satu ekosistemnya adalah terumbu karang. Kondisi terumbu karang di Indonesia umumnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Hal  ini berakibat buruk bagi ekosistem terumbu karang di Indonesia bila dibiarkan tanpa solusi. Untuk itu perlu langkah penyelamatan dan usaha mencarikan solusi lain agar sumberdaya ikan yang menggantungkan aktifitasnya di ekosistem terumbu karang. Upaya dan solusi yang di lakukan dalam mencegah kerusakan ekosistem terumbu karang diantaranya:
a. Peningkatan Pengetahuan dan Penyadaran Masyarakat
            Penangkapan ikan secara destruktif disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar akan pentingnya kelestarian terumbu karang. Karena itu, semua pihak baik berkepentingan maupun ataupun tidak memang harus mengetahui dan memahami ekosistem pesisir dan laut, termasuk ekosistem terumbu karang, dengan memberikan pengetahuan dan penyuluhan dalam upaya penyadaran masyarakat sekitar akan manfaat dan tujuan dari terumbu karang tersebut.

b. Pengawasasan dan penertiban kawasan koservasi terumbu karang
Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang berkelanjutan pemerintah dan masyarakat harus melakukan pengawasan dan penertiban secara penuh. Contoh melakukan pengawasan terhadap kawasan terumbuh karang secara rutin dan penertiban terhadap kapal-kapal pesiar maupun nelayan untuk tidak membuang jangkar sembarangan di kawasan konservasi terumbu karang (Kholis, 2013).
c. Membuat apartemen ikan

Apartemen ikan  (Rumah Ikan) adalah suatu bangunan  berongga  yang  tersusun dari konstruk partisi plastik, shelter, dan pemberat yang ditempatkan di dasar perairan berfungsi sebagai tempat berpijah bagi ikan-ikan dewasa (spawning ground)  dan atau areal perlindungan,  asuhan dan pembesaran bagi telur, larva  serta anak-anak ikan  (nursery ground) yang bertujuan untuk memulihkan ketersedian (stok) sumberdaya ikan. Pengembangan rumah ikan merupakan bentuk kegiatan pengayaan stok  yang ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya ikan melalui introduksi buatan sebagai area khusus, yang diharapkan mempengaruhi atau menggantikan sebagaian peran/fungsi ekologis habitat alami sumberdaya ikan seperti Terumbu Karang, Mangrove dan Padang Lamun (Bambang, dkk, 2011).

Saturday, June 14, 2014


Sering sekali saya mendengar kalimat yang menyatakan dua pilihan, yaitu menikahi orang yang dicintai atau mencintai orang yang dinikahi. Sebelum membahas mengenai dua pilihan itu, saya akan kembali membahas sedikit tentang perempuan dan cinta.

Perempuan itu dicintai sedangkan lelaki mencintai. Perempuan akan lebih mudah mencintai seorang lelaki jika dia sudah merasa sangat dicintai oleh lelaki tersebut.

Lalu, bagaimana dengan 2 pilihan yang sudah saya paparkan di atas.
1. Menikahi orang yang dicintai
2. Mencintai orang yang dinikahi

Ada beberapa yang menyatakan bahwa poin pertama adalah berkah sedangkan poin kedua adalah kewajiban. Saya setuju dengan pendapat ini, karena kita tidak akan pernah bisa memastikan bahwa kita akan menikah dengan orang yang kita cintai karena jodoh adalah rahasia Ilahi, sedangkan mencintai orang yang kita nikahi adalah sebuah kewajiban. setuju?
Namun, jika saya kembali dengan fitrah seorang perempuan yang akan mencintai seseorang setelah dirinya dicintai, maka saya sebagai seorang perempuan akan memiliki pilihan : mencintai orang yang saya nikahi dan dinikahi oleh orang yang mencintai saya. Ya, singkatnya saya ingin lelaki yang menikah dengan saya adalah seorang lelaki yang menikahi saya karena mencintai saya bukan mencintai saya karena menikahi saya. Egois? Iya, saya pun mengakuinya. Tapi, ini hanyalah keinginan yang ada dalam diri seorang perempuan sesuai dengan fitrahnya yang ingin dicintai, ingin dicari. Perempuan ingin dinikahi karena dicintai, bukan hanya sekedar dicintai karena akan dinikahi.

Terlepas dari keinginan yang ada, saya tetap menyerahkan segalanya kepada Sang Maha Kuasa. Siapapun yang ditakdirkan untuk menjadi jodoh saya kelak, bagaimanapun cara dia mencintai saya, insya Allah, saya akan menerimanya dengan ikhlas karena hanya Allah lah yang mengetahui yang terbaik bagi hambanya.

Seperti doa yang dititipkan Zainab kepada Hamid dalam film Di Bawah Lindungan Ka'bah , "semoga aku dapat menikahi lelaki yang kucintai dan mencintaiku" .. Aamiin..

Saturday, March 29, 2014


Hal yang sangat disesalkan adalah… ketika kita mempunyai waktu, tetapi tidak digunakan dengan maksimal untuk hal yang sederhana ataupun hal yang hebat. Untuk mencapai semua itu kita harus mempunyai daya yang besar. Daya.. Apakah itu daya?? Hmm, oh God jadi teringat dengan pelajaran fisika J … Daya(P)= Usaha(W)/Waktu(t)… mungkin kita bisa menganalogikannya dengan rumus tersebut. Jika kita mempunyai sedikit waktu, tetapi usaha yang maksimal, usaha yang besar, dapat mengatur waktu yang sedemikian singkat dengan melakukan hal sangat berguna, maka daya yang dihasilkanpun memiliki hasil yang besar dibandingkan dengan jika kita mempunyai banyak waktu, tetapi usaha kurang.. Yaa.. sudah tentu hasil bagi antara usaha yang kecil dengan waktu yang besar maka daya yang dihasilkan akan sangat kecil. Dan mungkin itulah yang terjadi padaku… rumus itu berlaku bagi hidupku, menjadi hukuman bagi diriku sendiri…

Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan salah satu bagian mimpi yang aku tulis dalam dinding kamar. Rencana demi rencana aku tulis sedemikian rupa dalam dinding kamar, karena supaya sadar dan terus mengingat apa yang harus aku raih dalam satu bulan kedepan, atau satu tahun kedepan, atau bahkan belasan tahun kedepan, meskipun hal tersebut mungkin bagi orang lain adalah hal spele tapi bagi aku tidak J. Alhamdulillah dengan begitu, beberapa mimpi bisa aku capai meskipun mimpi tersebut adalah mimpi yang sangat sederhana dan tidak penting bagi orang lain… Alhamdulillah ‘ala Kulli hal… dan ketika gagal dengan rencana tersebut aku tetap bersyukur karena Allah tentu mempunyai rencana yang lebih baik. InshaAllah …

Setelah diseleksi berdasarkan IPK, Alhamdulillah aku termasuk dalam kandidat calon mawapres, tetapi aku gagal mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi tersebut, mungkin bisa dibilang aku gagal karena seleksi alam. Kesalahanku adalah, aku mungkin mempunyai daya yang kecil, karena waktu yang tersedia, didahulukan untuk hal-hal yang urgent terlebih dahulu, sungguh luar biasa satu minggu sebelum ditutupnya pengumpulan LKTI, aku disibukkan dengan berbagai aktivitas, dalam minggu tersebut, saya harus menemani adik angkatan untuk membuatnya mengerti akan tugas yang diberikan dosen ketika kuliah, setidaknya aku harus menyediakan 5 jam untuk mereka, minggu tersebut merupakan hari-hari menjelang asistensi praktikum Biologi Molekuler, aku sebagai sekretaris harus menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk praktikum dan asistensi, selain itu, setiap hari dari pukul 16.00-18.00 aku harus praktikum parasitologi setiap harinya, karena mata kuliah ini sedikit berbeda, mengadakan praktikum 6 acara dilakukan dalam 1 minggu, dan malam harinya dari pukul 19.00-21.30 dilanjutkan dengan pembinaan Olimpiade Nasional MIPA, dan belum lagi aku menjadi bagian dari Steering Committee dalam acara BIOSFER di bulan september mendatang, selain itu juga disibukkan dengan rapat dan syuro LDK. Aku belum bisa mengatur waktu dengan baik, dengan rapi, dengan terstruktur. Mudah-mudahan tidak banyak yang kecewa atas peristiwa ini, mungkin saat ini aku belum bisa membahagiakan orang tua melalui jalan ini, aku yakin inshaAllah akan ada jalan lain, aku ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya jika telah membuat kalian kecewa. Aku sungguh bersyukur atas segalanya, walaupun mungkin ada sedikit rasa kecewa karena tidak bisa melanjutkan seleksi mahasiswa berprestasi. Namun, aku menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang terbaik bagi hambanya dan betapa besar kuasaNya dalam mengatur kehidupanku.






Monday, June 24, 2013

Bismillahhirrohmanirrohim.


Aku ini wanita biasa yang punya hati dan nurani, mudah tersentuh dengan kebaikan.
Aku juga wanita rapuh yang mudah sekali terluka
Kadang aku kuat seperti karang yang dihantam gelombang, diterpa badai, tersapa angin yang sama sekali tak goyah.

Aku ini wanita biasa yang tak pandai bergaul dan tak pandai bersosialisasi, tapi aku memiliki teman-teman walau hanya sedikit.
Mereka tulu membantuku dalam kesusahan, InsyaAllah.
Aku ini wanita biasa yang belum bisa memberikan kenikmatan materi pada orang-orang yang aku sayangi,
.Tapi aku bisa berikan kenikmatan dari masakan yang aku buat dengan rasa sayang dan cinta.

Aku wanita biasa yang tak pandai apalagi cerdas, karena IQ ku tak setinggi para ilmuwan islam
Tapi ak juga tak bodoh, karena ak masih bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oranglain kepadaku.
Aku wanita biasa yang tidak menginginkan kedudukan tinggi, karena aku hanya ingin melebur menjadi satu dalam andil mencerdaskan anak-anakaku, walaupun ilmu yang aku miliki hanya sedikit

Aku wanita biasa yang tak pernah berharap memiliki suami yg bisa memberikan emas permata, tapi yang ku inginkan hanya suami yang bisa memberikan aku kebahagiaan dan ketenangan batin dunia akhirat.
Aku tidak berharap memiliki suami yg mnegajakku keliling dunia, tapi yang ku inginkan adalah suami yang membimbingku menghafal Al quran dan selalu mengimamiku shalat malam juga mengajariku untuk lebih mencintai Allah swt.

Aku wanita biasa yang memiliki dosa juga sering melakukan kesalahan, tapi aku wanita yang selalu berusaha mencari ridho Allah swt agar iman akhlakku selalu menjadi jauuh lebih baik
Aku wanita biasa yang sederhana, tapi aku berusaha kaya dengan meningkatkan iman.

Ya Inilah aku, dengan segala kekurangan-kekuranganku,
dengan segala kesederhanaanku,
dan segala keterbatasanku.

Yang aku inginkan, hanya teman tulus, yang tidak melihat hanya dari kelebihan ku,
tapi mampu memahami segala kekurangan yang aku miliki, dan mau mengingatkanku untuk selalu berada dijalan kebaikan Allah swt, begitupun aku terhadap kalian teman-temanku.

Dan aku hanya ingin cinta sejati yang berlandaskan pada Illahi Rabbi yang menerima aku apa adanya dan tidak meninggalkanku hanya karena kenikmatan duniawi ini.

Tulisan ini, aku buat karena aku hanya WANITA BIASA yang selalu berusaha menjadi sempurna dalam kemampuanku.

Alhamdulillahhirobbil'alamin.
Jazakumullah Khairan Katsiran.

Thursday, January 10, 2013

Lagu ini saya persembahkan untuk teman saya...
Awalnya saya kira tidak akan merasa betah tinggal di tempat rantau ini, tetapi ternyata Allah memberikan kenyamanan dengan dipertemukan dengan seorang teman,
Aku mencintaimu karena Allah.. Allah yang telah menciptakanmu dengan kesempurnaan kasih sayangmu

"selama ini kumencari-cari
teman yang sejati buat menemani
perjuangan suci

bersyukur kini padamu Illahi
teman yang dicari selama ini
telah kutemui

dengannya disisi perjuangan ini
senang diharungi
bertambah murni kasih Illahi

kepadamu Allah kupanjatkan doa
agar berkekalan kasih sayang kita
kepadamu teman kupohon sokongan
pengorbanan dan pengertian

telah kuungkapkan segala-galanya
itulah tandanya kejujuran kita.

selama ini kumencari-cari
teman yang sejati buat menemani
perjuangan suci

bersyukur kini padamu Illahi
teman yang dicari selama ini telah kutemui

dengannya disisi perjuangan ini
senang diharungi
bertambah murni kasih Illahi

kepadamu Allah kupohon restu
agar kita kekal bersatu
kepadamu teman teruskan perjuangan
pengorbanan dan kesetiaan

telah kuungkapkan segala-galanya
itulah tandanya kejujuran kita

ku mencari-cari teman yang sejati
buat menemani perjuangan suci"


Saturday, October 20, 2012


Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi... al-qur’an
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuatku makin dekat dengan-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk menambah hafalan ayat-ayat cinta Allah
aku malah asik mengahafal lagu-lagu yang melalaikan ku dari-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain makin memanjangkan jilbabnya
aku malah merasa risih dengan jilbab yang terlalu panjang

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk menuntut ilmu-Nya
aku malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jarak dengan-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain malu untuk menampakkan wajah dan fotonya
aku malah sibuk meng-upload foto-foto agar bisa dilihat semua orang

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain berusaha menundukkan pandangannya
aku sibuk memperhatikan ketampanan wajah yang bukan mahram ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain berkata dan berbincang tentang hal yang bermanfaat
aku senang membicarakan aib dan kejelekan orang lain

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain menjaga kata-katanya dengan baik
aku terlalu sering menyakiti hati orang lain dengan lisan ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya
aku lebih asik memperhatikan fisik diri ku saja

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain senang berpuasa sunnah
aku lebih memilih selalu mengenyangkan perut ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain bangun di sepertiga malam untuk bermunajat pada-Nya
aku lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk untuk berdakwah di jalan-Nya
aku lebih memilih santai dan facebookan

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk ingin mendapat ridho dan cinta-Nya
aku malah sibuk ingin mendapat sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain gelisah di saat imannya menurun
aku malah semakin lalai dengan dunia

Aku memang bukan muslimah yang baik..
namun, aku berharap bisa menjadi seperti muslimah lain yang istiqomah berjuang untuk mendapatkan cinta-NyaYa Rabb ampuni muslimah yang tidak baik ini.
semoga Engkau senantiasa membimbing muslimah yang tidak baik ini agar menjadi lebih baik di hadapan-Mu... amin yaa Mujiibassaailiin..

Tuesday, October 9, 2012

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung

Isteri-isteri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Syurga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.


Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
01.Bertakwa
02.Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir yang baik 
     dan buruk
03.Bersaksi bahawa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba dan 
     Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang   
     mampu
04.Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah dan dia mengetahui bahwa Allah melihat 
     dirinya.
05.Ikhlas beribadah kerana Allah, tawakkal, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, 
     mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta 
     mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
06.Gemar membaca Al Qur'an dan berusaha memahaminya, berzikir mengingat Allah ketika sendirian atau 
      tidak dan berdoa kepada Allah semata
07.Menghidupkan amar ma'ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
08.Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik 
     terhadap haiwan ternak yang dia miliki
09.Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan 
     pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya.
10.Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia
11.Adil dalam segala perkara terhadap seluruh makhluk
12.Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah)
13.Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14.Berbakti kepada kedua orang tua
15.Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Syurga yang kami sadur dari kitab Majmu' Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Syurga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

" ... dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar." (An Nisa' : 13)

Sunday, October 7, 2012

Ku tertunduk malu
Saat ingin menatap
Ku tertunduk malu
Saat ada harap
Harapan menatap yang tidak halal

Berdzikir hatiku
Saat benih rasa tumbuh
Berdzikir jiwaku

Saat mengingat cinta lain di qolbu

Ya Allah..
Enggan aku tumbuhkan rasa
Ya Allah..
Enggan aku berzinah hati
Ya Allah
Berikan rasa di hati ini
Rasa di jiwa ini
Rasa di qolbu ini
Hanya untuk dia di lauhul mahfudz-Mu

Assalamu'alaikum Wr. wb ..
Alhamdulillahirabbil 'alamin, di hari yang penuh anugrah ini Allah telah menurunkan air mata alam yang menyegarkan di kota Purwokerto, kebahagiaanpun menyergapi asa di hati setiap mahasiswa, hmm karena setelah kemarau panjang akhirnya Allah memberikan hujan, memberikan kebahagiaan disetiap hati semua insan. Rasa bahagia ini sungguh berlipat-lipat, karena pada hari ini juga alhamdulillah saya bisa berkesempatan mengikuti perlombaan yang diadakan oleh salah satu UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa dikampus saya. Perlombaan ini seperti Lomba Cerdas Cermat, saya tertarik dengan nama dari perlombaan ini yang cukup menarik, "Trivial Game" itulah namanya. Yaa, memang saya tidak juara, saya hanya masuk semi final saja, hmm sebetulnya agak sedikit kecewa sih, entah kenapa saya merasa sulit untuk menjadi juara, di semua perlombaan yang saya ikuti, jarang sekali saya masuk final, paling waktu dulu pernah Lomba Karya Tulis Ilmiah alhamdulillah berhasil masuk tahap final dan bisa persentasi oral di Universitas Padjajaran menduduki peringkat ketiga, waktu itu saya mengambik judul "Kitosan Sebagai  Penjernih Air yang Efektif ", namun setelah persentasi oral grup saya tidak juara karena menyadari kalau penguasaan materi tentang Kelas 2 dan  SMA belum terkuasai karena waktu itu saya sedang duduk di kelas satu SMA. Waktu lomba Debate Competition pun hanya sampai octo finalist saja, LCC yang lainnya juga seperti itu, ya walaupun begitu saya tidak menyalahkan keadaan, bagaimanapun harus tetap bersyukur meskipun belum bisa menjadi Juara seperti hari ini, saya belum berhasil menjadi yang terbaik dalam perlombaan Trivial game. Satu hal yang menjadi habatan saya adalah perasaan saya sendiri, saya menyadari betul, entah kenapa setiap saya memberanikan diri ikut kompetisi dan saat setelah kompetisi dimulai, nyali saya sering kali menciut, padahal tidak seharusnya merasa begitu. Hmm, mungkin memang  perlu dilatih dan terus belajar, mungkin memang belum saatnya, semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi juara, Aamiinn.. mohon do'anya ...
Syukran Jzkllah... :D

Sunday, November 13, 2011

Hal penting yang harus diperhatikan ketika hendak berpidato adalah menyiapkan kerangka naskah yang akan disampaikan kepada objek supaya lebih siap. Maka, sangat penting untuk memperhatikan siapa yang menjadi objek pidato, apakah objeknya siswa atau orang tua. Berikut ini adalah contoh naskah pidato dalam Bahasa Indonesia: 



Generasi Muda Berakhlak Mulia
Dengan Menjadi Insan yang Kreatif, Inofatif, Prestatif dan Solehah

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ibu Guru yang saya hormati,
Rekan-rekan se-perjuangan yang saya cintai,
            Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Allah SWT, yang mana pada saat ini kita masih masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup dan memperbaiki hidup, sehingga atas rahmat-Nya kita bisa berkumpul bersama di Sekolah kita yang tercinta ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan alam yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in dan tabi’atnya dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amin.
Tak lupa saya ucapkan terimakasih, kepada Ibu Guru dan rekan-rekan yang telah mengijinkan saya berbicara di depan, meskipun sesungguhnya saya sadar, saya bukanlah pembicara terbaik di muka bumi ini, maka dari itu saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian pidato ini. Baiklah saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini untuk menyampaikan sekedar gagasan. Yang akan saya sampaikan pada pidato kali ini yaitu tentang
Generasi Muda Berakhlak Mulia
Dengan Menjadi Insan yang Kreatif, Inofatif, Prestatif dan Solehah”
Pada hakikatnya, kita sebagai generasi muda dituntut untuk kreatif, Inovatif, Prestatif dan Soleh. Karena banyak hal yang harus kita hadapi, yang harus kita jalani di bumi ini, tentunya kita tidak akan bisa selalu menggantungkan diri kepada siapapun.
Kreativitas
Apakah kreatif itu? Menurut situs kamus besar bahasa Indonesia bahwa kreatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Ada juga yang mengatakan bahwa kreativitas adalah dinamika yang membawa perubahan yang berarti, entah dalam dunia kebendaan, dunia ide, dunia seni, atau struktur sosial. Dikatakan juga bahwa kreativitas merupakan kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinil, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran, dan tepat guna. 

Kreatifitas sangat dituntut sekali, karena tanpa kreatifitas hidup ini akan terasa bosan, yang kita hadapi setiap harinya hanya itu-itu saja. Oleh karena itu kita harus kreatif dalam melakukan hal apapun.




NASKAH DRAMA SUNDA

Jejer                : Ngepet Maksudna mah
Panokohan      :
1.      Ceu Enah diperankeun ku Yoke
2.      Bi Icih (Tukang dagang) diperankeun ku Hidayatun Nova
3.      Ceu Eti diperankeun ku Ria W.
4.      Ceu Rasih (pamajikan Kurdi ka-1)diperankeun ku Gita A.
5.      Ceu Enok (pamajikan Kurdi ka-2)diperankeun ku Siti Nur Azizah
6.      Endah (pamajikan Kurdi ka-3)diperankeun ku Elis
7.      Kang Kurdi diperankeun ku Elan
8.      Ki Anom diperankeun ku Gery R.
9.      Hansip diperankeun ku Agung M.
10.  Juminten diperankeun ku Nursanti
11.  Ningsih diperankeun ku Siska N.

Sutradara         : Siti Nur Azizah
Panulis Naskah:
1.      Ria Wulansari
2.      Yoke Astriani
3.      Gita Afsari


Hapunten bilih aya kasamian boh tina nami, tempat atanapi basa anu kirang merenah, naskah ieu mung fiktif (sanes carita anu saleresna).





Ngepet maksudna mah
Isuk-Isuk keneh saacan panon poe manceg, di hiji warung dina hiji kampung, kasampak Bi Icih nu keur ngaberesan barang daganganana. Warung anu make bilik jeung di hareupeunana kasampak korsi pendek. Ceu Enah datang ngagidig ka warung Bi Icih.
ADEGAN KAHIJI 
Ceu enah             : “Ceu uyah sabungkus! nu biasalah! ieu rek masak sayur, di imah uyahna euweuh, jadi we kudu ngincik heula ka warung...da si eneng mah mun geus aya kahayang teh mani kudu pok torolong sagala teh..!
Bi Icih                :”Lah Ceu....wajar budak jaman ayeuna mah geus puguh kitu adatna. Sabungkus wae ieu uyah teh?  asin na moal? anyar meuli ti pasar yeuh! seger keneh.
Ceu enah           : ”Asin mah aya da di imah ge,nya sabungkus we! ulah loba-loba teuing da uyah mah saeutik ge asin.
Bi Icih                    : ”Bet bisi we jang sabulaneun Ceu (Uyahna dibikeun), uyah nu kieu teh ayeuna mah geus jarang nu ngajual, ieu ge aya soteh ti Mang Oteng, itu nu imahna gigireun kantor camat geuning?
Ceu enah             : (merekeun duit lima ratus) Oh enya bener, nyanggakeun atuh nya Ceu!”
Bi Icih                    : ”Nya ditampi. Hatur nuhun.
Ceu Enah rek balik ka imahna Tuluy datang Ceu Eti...

Ceu Eti                  : ”Aeh.....Ceu Enah, rek kamana atuh?  keheula anan....yeuh yeuh kadieu heula geura, aya picaritaeun..
Ceu Enah             : ”Ke ke aya naon kitu Ceu?
Ceu Eti                  : ”Yeuh geus apal can kulawarga na si Kurdi teh ayeuna mah jadi malarat. Geus teu boga nanaon, harta banda dijarualan, tah kitu meureun da ari jalma nu sarakah mah, boga pamajikan teu cukup ku hiji, tungtungna mah pamajikanana pada teu kaparaban, kalah miskin nu aya mah. Balukarna ari boga loba pamajikan teh na gampang ?hahahahahah
Ceu Enah             : ”Lah maenya? apan anjeuna teh boga pausahaan sadua-dua ?naha pangna bisa kitu?
Ceu Eti                  : ”Lain kitu....enya na mah enya boga pausahaan sadua-dua...ngan sabot anjeuna korupsi sakabeh pagawe di pausahaanana ge ngilu sangsara, jadi we pada arambek, tungtungna mah dikaluarkeun tina pagaweanana. Tah tah tah..cing dengekeun geura geus ragot deui yeuh..
Sora Nyi Endah:(sora ngahing-hik)Kang...Neng mah tos teu sanggem sareng Akang, tos teu sanggem ku kaayaan kieu...daripada kieu wae mah, Akang tos teu sanggem ngabiayaan hirup Neng...mening entosan wae...
Sora Ceu Enok   : ”Nya geus we kang cereikeun si Endah mah! barina ge ngan nyusahkeun wungkul si Endah mah! balik jig sia teh!
Sora ceu Rasih   : ”Akang, atuh ulah cicing wae geura! Jig Endah sia  ek kaluar ti ieu imah mah, sudi pisan aing mah.!”
Ceu enah             : Taaaaaaaaaaaah..pada nyaho pan ayeuna mah kumaha kaayaan kulawarga eta teh? Balukarna mah pada parasea. Uyuhan pamajikanana pada baretah, mun urang mah moal daek boga salaki siga kitu”.
Bi Icih                    : ”Geus...geus montong kitu! Da eta mah lain urusan urang, bisi matak pidosaeun.
Bi Icih                    : “Eh.. emangna kumaha kitu?
Ceu eti                  : ”Heuh ari silaing mah, ongkoh montong dicaritakeun, na anan pok teh nanya!”
Bi Icih                    : ”Ih da teuing atuh,, sok ateul we biwir teh mun ngomongkeun jelema eta mah”.
Ceu enah             : ”Bi icih mah geus teu aneh ngomongkeun batur mah, da puguh geus katelah ku sakampung ge di warung ieu mah tempatna ngagosip, bari jeung agen gosip na ge saha? Ti Bi Icih keneh lain???”
Ceu Eti                  :” Heueuh, bener pisan eta teh Ceu!!!!”
Bi Icih                    : ”Laaaaahhh maraneh mah angger sok baretah ari geus ngarariung di dieu teh, mani sok harese pan ai di titah baralik teh??”
Ceu eti, Ceu Enah jeung Bi Icih sareuseurian. Teu lila jol we Kang Kurdi kaluar ti imahna .
Bi Icih                    : ”Sssstttt.... gandeng, gandeng, aya tuh jalmana bisi kadengeeun!”
Ceu Eti                  : “Heueh tuh aya jalmana! Geus gandeng!”
Ceu Enah             : “Nya ssst ih bisi kadengeeun!
Kang Kurdi ngaliwatan eta warung, ngareret ku juru panon  bari beungeut jamedad-jamedud teu pararuguh.
Ceu Enah             : “Tuuuhh nya???Ceuk dewek ge ulah sok tararik teuing geura ari ngagarosip teh. Boa-boa kadengeueun ku si Kang Kurdi na, jadi we jamedad - jamedud beungeutna!”
Bi Icih                    : ”Lahh ti iraha Kang Kurdi lamun ngaliwat sok nanya bari beungeut someah?”
Ceu Eti                  : Lah da Kang Kurdi mah emang beungeut na sakitu- kitu na lain?”
Bi icih                     :Geus lah tong sok lila lila teuing ari ngomongkeun batur teh ! Da moal aya tungtungna.”
Ceu Eti                  : “Tuh nya jadi kapopohokeun rek meuli sabun colek  ge, Bi Icih, eta we atuh sabun colekna hiji. (dibawa bari merekeun duit) nuhun nya Ceu!”
Bi icih                     : “Nya sami-sami Ceu...”
Ceu Enah             : “Yu lah Ceu, cuang balik!”
Ceu Eti                  : “Yu atuh, nam!”
Ceu Eti jeung Ceu Enah balik ka imahna.
ADEGAN KADUA di pos kamling

Kang Kurdi keur ngahuleng di pos kamling, teu lila torojol we Ki Anom nepak taktak Kang Kurdi rada tarik ti tukang nepi ka si Kurdi reuwaseun.
Ki anom                : ”Heh keur naon didieu? Mani teu elit pisan mejeng di pos kamling wayah kieu? anggur mah mejeng teh di emol!
Kurdi                     : ”Ka emol ka emol, mall kituh aki! Barina ge rek ka mall kumaha? Duitna ge euweuh! Duit  ti mana?”
Ki anom                : ”Keur boga masalah naon atuh? Sok geura nyarita ka aki!
Kurdi                     : ”Yeuh ki, urang teh kieu, boga masalah. Apal  lain baheula mah sagala kahayang kula teh bisa kacumponan, hayang mobil tinggal ka deler, hayang hape tinggal ka konter, kamamana dikawal ku jeger, hayang bubuahan ge meni saleger dina kulkas. na ari ayeuna? susah hayang sagala oge!
Ki anom                : “Geus tong hese-hese, ke peuting datang we ka imah kuring!
Kang Kurdi          : ”Emangna ek aya naon ki?”
Ki anom                :Lah geus tong loba tatanya, pokona mah ke peuting datang we, mawa duit tilu ratus rebu, masalah beres!!!!”
Ki anom ujug- ujug ngaleungit.
Kang Kurdi          : “Heueuh heug atuh, tapi ki.......(bari gagasah jeung, neneangan si Aki Anom) jih.. na Kamana atuh si Aki teh?
Kang Kurdi balik ka imahna.
ADEGAN KATILU di imahna Kang Kurdi.
Sarengsena Kang Kurdi mandi, Ceu Enok nyamperkeun.
Ceu Enok             : ”Na ek kamana deui Kang geus mandi kitu?”
Kang Kurdi          : ”Rek aya parelu.”
Ceu Enok             : ”Ek aya parelu kamana? Sok tara puguh ari nembalan teh Akang mah?”
Kang Kurdi          : ”Ka babaturan.”
Torojol  Ceu Rasih nyamperkeun.
Ceu Rasih            : ”Babaturan? Saha?“
Ceu Enok             : ”Naon Rasih pipilueun wae?”
Ceu Rasih            : ”Jih,, bet kumaha kuring we atuh da kuring ge pamajikannana keneh.”
Ceu Enok             : ”Lah, lain ku kituna. Da ieu mah kuring keur ngobrol jeung si Akang. Jadi silaing ulah teuing pipiluen geura. Jung indit ka ditu!”
Ceu Rasih            : ”Jih, na saha silaing nitah urang indit? Embung kuring mah, teu hayang!”
Kang Kurdi          : (keheuleun) ”Geus atuh, geus wancina solat isya yeuh. Hayyyuh we parasea. Urang teh keur parusing!
Ceu Enok             : Nya hampura atuh Akang, kami mah mung naros wungkul ka Akang, tah si Rasih nyiar-nyiar wae piambekeun, geus puguh kami teh keur ngobrol jeung Akang, cicing geura Rasih..!”
Ceu Rasih            : Gandeng lah.. kuring mah rudet  ngadengekeun silaing ngomong wae! Abong biwir teu diwengku. Silaing mah deuih nyebut ngaran ka kami teh, cik atuh sing rada nyopan kanu jadi kolot teh.. Mening keneh sare di kamer (indit ka kamarna)!”
Ceu Enok             : Bongan saha nu ngamimitian, unggal-unggalan ari silaing mah Rasih teu kaop ari kami keur nanaon jeung si Akang teh sok ngaganggu wae.. Bet  jor wae, jung indit sing jauh!”

Ceu Rasih indit. Tuluy Kang Kurdi ge indit.
Ceu Enok             : ”Ek kamana akang?”
Kang Kurdi          : ”Rek dibaju, tiris yeuh ti tatadi disasamping anduk ngadengekeun maraneh pasea!”
Kang Kurdi indit ka kamarna.
Ceu Enok             : Ih...ari si akang pikasebeuleun pisannya!”
Ceu Enok ge tuluy indit ka kamarna. Saenggeus Kang Kurdi dibaju, kaluar ti kamerna tuluy Nyi Endah nyampeurkeun.
Nyi endah           : Kang, hayu atuh cuang tuang heula! Aya semur jengkol jeung goreng asin karesep akang.
Kang Kurdi          : Wah, kalagian Eneng?”
Nyi Endah            : “Kalagian kumaha? Atuh wajar we Akang eneng nyadiakeun tuangeun jang akang mah, pan Eneng teh pamajikan Akang?”
Kang Kurdi          : “Nam atuh hayu, kabeneran Akang teh keur lapar yeuh!”
Nyi Endah            : Hayu Kang!


Kang Kurdi jeung Nyi Endah diuk dina korsi di meja makan.
Kang Kurdi          :Keheula.. ari si Enok jeung Si Rasih kamarana? Geroan atuh, cuang dahar bareng kituh!
Nyi Endah            : Lah... Akang, geus tong teuing di geroan Kang, ari lapareun mah maranehanana ge sok nyalampeurkeun ieuh!“
Kang Kurdi          : “Nya atuh, kumaha Eneng we!”
Kang  Kurdi jongjon dahar bari ngadukduk loba pikiran.
Nyi Endah            : (ngadeukeutan kang kurdi bari ngusapan taktakna).Kang...! Akang! Ka...ng!
Kang Kurdi          : Naon.....???”
Nyi Endah            : Apal teu kang ?
Kang kurdi           : Teu, teu apal.”
Nyi Endah            :”Ih….Akang mah…!!”
Kang Kurdi          :”Naon atuh geulis?”
Nyi Endah            : “Neng hoyong meser emas Kang! Yeuh tingali, Neng mani teu ngangge emas hiji-hiji  acan. Tuh ai si Ceu Rasih jeung Ceu Enok mah mani gaya mamake emas. Ari Neng mah henteu.!”
Kang Kurdi          : Ah.. si Eneng, ari aya pamenta mah, pantes bageur ka Akang.”
Nyi Endah sura seuri gumeulis.
Kang Kurdi          : “ Pan kamari anyar keneh geus meuli lain?”
Nyi Endah            : (rada judes saeutik) “Pan kurang, Akang!”
Kang Kurdi          : “Yeuh, keheula. Pan apal lain akang teh ayena mah geus teu boga duit?”
Nyi Endah            : ”Ah..piraku teu boga jang meuli emas-emas acan? Sok atuh Kang! Paling oge sapuluh juta meureun Kang!”
Kang kurdi           : ”Euweuh Eneng! Geus geura. Ke, sabar heula!”
Ceu Rasih jeung Ceu enok nyampeurkeun.
Ceu Rasih            : ”Akang, montong dibere! Pokona mun Akang rek mere ka si Endah, Akang oge kudu mere ka urang duaan.”
Ceu enok             : Enya bener Akang! Akang teh kudu bisa adil ka kabeh pamajikan Akang teh! Geus geura maneh teh Endah! Loba pisan kahayang, nyiar-nyiar wae.”
Ceu Rasih            : ”Heueuh, montong kena-kena silaing teh pamajikan pangngorana, jadi loba kahayang. Ogoan pisan atuh!”
Nyi Endah            : ”Keun bae kuring mah ogoan ge da ngora keneh ieuh. Palebah maraneh duaan, geus kolot mah caricing we tong loba pamenta!”
Ceu Rasih            : ”Eh, na ai maneh balaga pisan atuh Endah! Siga nu teu disakolakeun pisan ngomong ka nu saluhureun teh!”
Ceu Enok             : ”Heueuh nya, silaing mah cicing we geura, nyaho apan ayeuna si Akang teh keur pusing.”
Nyi Endah            : ”Tuda maraneh na sok neangan wae pipaseaeun. Wajar we mun kuring rada keuheul mah!”
Kang Kurdi          : (hanjat tina tempat diukna bari ngagebrag meja) ”Geus gandeng! Maraneh teh teh teu nyaho kaayaan urang ayena? Apal lain ayena mah jang dahar ogenan hararese? Cing atuh ulah nambahan kapusing aing. Rieut aing mah lah!” (leumpang kaluar bari ngajebredkeun panto)
Ceu Rasih            : Akang rek ka mana?
Kang Kurdi teu ngajawab.
Ceu Enok             : “Tuh…gara-gara maneh da Endah, jadi we si Akang indit deui ti imah. Mantakna geura ulah sok loba kahayang Endah silaing teh!”
Ceu Rasih            : ”Heueuh da, Si Endah mah ngaririweuh wae batur! Geus, yu lah indit, Enok!”
Ceu Enok             : ”Heueuh yu lah! Teu rame jeung si Endah mah!”
Ceu Rasih jeung Ceu Enok indit ka kamerna.
Nyi Endah            : ”Jor wae arindit! Jung! Kadaritu!”
ADEGAN KAOPAT di imah Ki Anom.
Kang Kurdi nepi di imahna Ki Anom, barang datang kasampak ki Anom keur ngaguher sare di papangge imahna.
Kang Kurdi          : (ngagebrag Ki Anom) “Ki ..!!”
Ki Anom               : (ngagurinjal) ”Astaganaganaga...ari maneh sok ngareureuwas wae! Na aya naeun atuh?”
Kang Kurdi          : ”Euh...si Aki mah...pan cenah embung disebut pikun mah, tapi karek ge tadi beurang urang geus janjian ek papanggih di dieu, geus poho deui wae! Kumaha sih ah!”
Ki Anom               : ”Oh heueuh bener, urang poho! Hayu atuh asup!”
Kang Kurdi jeung Ki Anom asup ka imahna Ki Anom.
Ki Anom               : ”Sok, diuk heula. Kuring rek siap-siap heula.”
Kang Kurdi          : ”Nya!”
Ki Anom mereskeun parabot jang ngepet.
Kang Kurdi          : ”Burukeun atuh Ki! Kuring geus siap kacida yeuh!”
Ki Anom               : ”Heueuh, mangke! Sabar  atuh choy!”
Kang Kurdi          : “Heueuh atuh sok!”
Ki Anom beres nyiapkeun parabotna bari riweuh teu puguh, Ki Anom diuk di hareupeun lilin tuluy nyeungeut menyan, bari biwir was wes wos maca mantra.
Ki anom                : ”Kela, mana heula duitna ieu teh?
Kang Kurdi          : ”Euleuh…inget wae lah kana ngaran duit mah..!!”
Ki Anom               : ”Nya heueuh atuh. Kudu! Hahaha.”
Kang Kurdi          : (merekeun duitna) “Yeuh!”
Ki Anom               : ”Beu. Ditampi pisannya cicisna. Mugi malik rezeki. Amin. Sok maneh Kurdi, amih maneh teu kaciri ku jelema, ayena maneh jubah ieu, tuluy datangan imah gedong, tapi samemeh maneh rek mawa harta bandana maneh kudu maca mantra anu ku kuring ditulis na keretas ieu, tapi tong poho ulah ngaleuwihan ti dur subuh, da bisi mencrang manten panon poe na. Era atuh engke ku batur? Jig ayeuna maneh indit, kula di dieu ngajaga lilin, heueuh!”
Kang Kurdi make jubahna.
Ki Anom               : ”Leumpangna kudu siga babi! Jung, ku urang didungakeun  ti dieu make fatihah.”
Kang Kurdi          : “Tengkyu, Ki!”
Kang Kurdi  kaluar ti imah ki anom bari leumpang siga babi.
Ki Anom               : “Alhamdulillah, boga duit oge jang mayar hutang. Hehehe. Aduh, hampuranya Kurdi, kuring ngabobodo! Hehehe”
ADEGAN KALIMA di Imah Juminten..
Kang Kurdi datang ka imah gedong anu dihareupna nyampak aya hansip anu keur diuk na korsi nari nundutan. Tapi Kang Kurdi langsung bae asup susurumputan ka pakarangan eta imah, tuluy tu’ang-toong kana jandela imah.
Kang Kurdi             : (nangtung bari hemang nempo jalma di jero imah pada can sarare) Ke..ke..ke.. jih bet naha atuh can sarare wayah kieu nya euy! Ah, atuh aing kudu nungguan heula ieu mah meureun.


Di jero imah…  
Juminten                : Ningsih,, (bari nembongkeun leungeunna  nu pinuh ku emas) yeuh deuleung leungen urang mani pinuh ku emas, geus teu kaitung we ku leungeun maneh mah. Ladang naon cing ieu teh ningsih?
Ningsih                    : Teu nyaho atuh??
Juminten                : Tuh nya maneh mah sok api-api poho ai kana kabungahan batur teh, pan bareto teh maneh ge ngiluan kuis who wants to be milioner tea lain? Ngan maneh mah eleh ari kuring mah meunang, jadi we basa balik teh maneh mah kalah mayungan urang basa keur hujan, ari urang mah kalah ripuh mawa duit sakarung. Inget teu maneh Ningsih?
Ningsih                    :  Oh heueuh  ingeut, kuring ge hayang euy ngiluan deui. Iraha nya aya kuis siga kitu deui?
Juminten                : Nyaho atuh.. da who wants to be a milioner nage geus bangkrut ayeuna mah da baheula duit na di ka kuring keun kabeh.
Ningsih                    :Lah ngacaprak naeun  atuh. Maenya bangkrut? Geus ayeuna mah caritakeun ka kuring baheula soalna kumaha wae dina kuis eta teh? Ku kuring rek diapalkeun deui. Sugan we kuring engke mah nu meunangna. Jadi bisa beunghar siga maneh!
Juminten                : “Hahaha…ke..ke..ke.. ek di inget – inget heula, da kuring teh poho deui euy!”.
Kang Kurdi kuliat tina sare na.
Kang Kurdi             : Aduhhhh ning nyeri euy cangkeng urang, lila teuing nangkuban kitu? cik geura ek nangtung heula sakeudeung.(awakna disada pak terektek)
Juminten jeung Ningsih tarunduheun.
Juminten                : Geus lah isukan deui we, geus sepaneng yeuh! Tunduh euy!
Ningsih                    : Ah maneh mah sok tara waras!! geus atuh nam cuang sare we.
Juminten jeung Ningsih tuluy indit ka kamer.
Kang Kurdi             : Ih geuning geus jarempling, ah geus sarare yeuh sigana mah. (noong tina jandela). Tuh da bener geus sarare, geus atuh urang rek asup. Saya siap beraksi! Hahaha”
Tuluy si Kang Kurdi ka hareupeun panto imah.
Kang Kurdi             : (geus ek muka panto) “Ke heula, naha urang make asup jalan panto  siga tamu terhormat wae, pan urang teh kadieu teh rek malingnya? geus atuh ah ek asup jalan jandela we, da biasana ge maling mah asup jalan jandela.

Kang Kurdi asup ka imah eta jalan jandela. Geus nepi di jero manehna kalah hulang huleung heula. Tuluy Kang Kurdi asup ka kamerna Juminten anu keur sare. Kang Kurdi geumper sieun kanyahoan.
Kang Kurdi             : ”Aduuh…hampir saja ambo lupa, baca mantra na heula ah..!”
                                   “Allohumma maling zana maling zini, wahda hape wahda tipi, wa Alhamdulillah waliat kanan waliat kiri ta’da safa safa, wa suddahlah mbat aza. Amien.”
                                   Ahahaha….siap lah.!”
Kang Kurdi             : ”Duitna di beh mana nya? oh… biasa na mah sok diampihkeun na handapeun baju na lomari na jiga na mah. da basa baheula urang keur beunghar keneh ge kitu. Hehehe.”
Kang Kurdi muka lomari, tuluy neangan duit bari rada riweuh. Tuluy kapanggih we eta duit teh.
Kang Kurdi          : ”Asoy…kapanggih euy! Hahaha… (mawa duit) bawa kabeh lah, ameh urang beunghar deui. Hahahaha”
Kang kurdi           : ”Tapi asa kagok euy duit wungkul mah. maling naon deui nya? Tivi, hp, kulkas, atawa naon nya?”
Kang Kurdi          : (Kang Kurdi nempo hp ngagoler na meja di deket kasur.)”Ah, nu aya we ah. Hehehe!”
Tuluy hp eta dibawa ku manehna, tuluy indit kaluar kamer. Kang Kurdi ka deukeut Tivi.
Kang kurdi             : ”Lah,…tivi we heula ah nu aya. Tapi ieu tivi mani gede kacida nya euy! Tapi alus da, lumayan. Geus lah ku kuring rek dipanggul. Tapi… asa rek beurat euy, da gede. Geus ah sakiyeu we heula. Isuk deui we ah!”
Kang Kurdi indit ka deukeut  jandela. Di pakarangan imah, hansip keur kukurilingan.
Hansip                     : ”Nasib…memang nasib…dapat kerjaan jadi tukang jaga rumah…nasib..nasib nasib memang nasib. Biar begini Alhamdulillah gue bersyukur..hahaha.. aduh aduh..si neng Ningsih geus sare acan nya? Aku rindu kepadanya eum. Hehehe…”
Wanci kang Kurdi muka jandela ek kaluar, hp nu dibawana disada. Tuluy najenghok. Hansip ngadenge sorana ti deukeut panto.
Hansip                     : ”Sora naon eta euy?”
Kang kurdi             : ”Euleuh, kumaha ieu? Urang kudu kabur euy! (kaluar ti jandela, tuluy lumpat indit ti eta imah)”
Hansip ka deukeut jandela eta. Tuluy nempo aya nu lumpat make jubah hideung siga bagong.
Hansip                     : ”Wah…maling ieu mah euy!”
Hansip ngudag eta maling bari gogorowokan.
Hansip                     : ”Maling…maling…!”
Ti jero imah Juminten jeung Ningsih ngagurinjal tuluy lumpat kaluar imah. Kang Kurdi lumpat ngaliwatan pos kamling bari diudag-udag ku Hansip.
Hansip                     : ”Maling..maling…!!”
Warga nu di darinya harudang. Tuluy pada kaluar ti imahna. Tuluy marilu ngudag Kang Kurdi nepi ka aya salapan urang mah nu ngudagna. Bari ngudag, Nyi Endah anu make selop mawa sandal selopna tuluy dibabetkeun ka Kang Kurdi nepi ka Kang Kurdi nyerieun nepi ka ngalaunan lumpatna.  Tuluy Ceu Rasih mabetkeun cangkang cau anu keur dicekeul  ku manehna nepi ka hareupeun Kang Kurdi nepi ka Kang Kurdi tisoledat. Nu ngudag beuki tarik tuluy ngepung Kang Kurdi. Tuluy nareunggeulan Kang Kurdi nepi ka laleuleuseun.
Hansip                  : ”Hayoh…beunang sia!”
Ceu Rasih            : ”Tuh… urang penyelamatna eta the Endah, kaciri teu? Hahaha”
Ceu Icih                                : ”Cik geura mang hansip, buka jubahna tah meh kanyahoan saha eta the!”
Ceu Enok             : ”Heueuh bener, sok buka!”
Hansip                  : ”Nya, cicing tempo!” (muka jubah Kang Kurdi) “jreng jreng jreng!!”
Pas eta jubah dibuka, kabeh pada ngajenghok nempo Kang Kurdi nu dijubah eta.
Hansip                  : ”Kurdi?”
Ceu Rasih, Ceu Enok, jeung Ceu Endah :”akang???”
Bi Icih                    : ”Euleuh euleuh ai si Kurdi, na kalah maling?”
Ceu Eti                  : ”Heueuh. Tah deuleung salaki maraneh! Na kumaha pamikirannana nepi ka maling kitu?”
Ceu Enah             : ”Ih…kandeul kulit beungeut pisan tah kalah maling ka imah Neng Juminten!”
Bi Icih                    : ”Heueuh nya ih!”
Juminten             : ”Geus, tong garandeng euceu! Cuang Tanya we heula geura. Kurdi, na pedah naon atuh silaing maling ka imah urang?”
Kang Kurdi teu ngawajab kusabab nyeurieun keneh.
Ceu Eti                  : ”Tah, Rasih, Enok, Endah… maraneh mah boga salaki the ngadon maling atuh cenah? Na geus teu bisaeun digawe nu bener?”
Bi Icih                    : ”Heueuh nya ih, ngerakeun pisan ih!”
Ceu Rasih            :”Kuring mah teu nyaho-nyaho acan urusan ieu mah! Tah si Enok meureun!”
Ceu Enok             :”Jih, naha ka kuring? Kuring mah teu nyaho! Kuring teu sangka si Akang teh bet naha jadi kieu? Rarasaan kuring mah bener ngurus salaki. Si Endah meureun tah, kamari manehna menta dipangmeulikeun emas! Tah Endah tanggel waler...
Nyi Endah            :”Ih, komo kuring, teu apal-apal acan kuring mah teu maksa ka si Akang kitu!”
Ningsih                 :”Waah….teu balener pisan ieu mah pamajikan teh.”
Kang Kurdi eraeun, tuluy hudang lumpat ka  jalan jang kabur. Tapi pas ka jalan aya mobil puso nu keur tarik nambrak Kang Kurdi. Nu di darinya ngajenghok kabeh.
Ceu Rasih, Ceu Enok, jeung Nyi Endah : (babarengan ngagorowok)”Akang!!!!”
Tungtung carita Kang Kurdi paeh, alatan kalakuanana anu nyalimpang dina jalan anu bener.
rengse

Hosting Unlimited Indonesia
Hak Cipta Dilindungi. Powered by Blogger.

Translate

Total Pageviews

Popular Posts

Recent Post

Recent Posts Widget

Web Hosting Unlimited, Daftar Sekarang!

Hosting Unlimited Indonesia