Senin, 29 Agustus 2011

Surat Untuk Anda (Para Perokok)

Kontributor: Dewa Inskari Dewa.Putra@snsgroup.co.id

------------


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Saudaraku Tercinta:

Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah senantiasa terlimpahkan kepada anda. Adapun setelah itu:

Saya berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa supaya surat ini sampai ke tangan anda sedang anda dalam keadaan sehat dan ‘afiat. Barangkali anda bertanya-tanya; siapakah saya? Ada apa gerangan saya menulis surat ini untuk anda? Apa target di balik surat tersebut?.

Biarkan saya katakan kepada anda: Anda akan mendapatkan jawaban semua ini  diantara baris-baris tulisan ini.
Tenang dan bacalah kalimat-kalimat ini yang ditulis oleh seorang saudara anda yang mencintai dan menyayangi anda….bagaimana pantas bagi anda sedang anda adalah seorang putra Islam dan berasal dari sebuah keluarga yang dikenal baik, sholeh dan menjaga kehormatan….Anggotanya adalah ahli tauhid dan sholat….Bagaimana pantas bagi anda meninggalkan jalannya bapak dan para leluhur?! Bahkan anda mendurhakai firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa kepada Rasul-Nya.
Kendati pada diri anda terdapat kebaikan –bagi Allah-lah pujian yang banyak- hanya saja saya hendak bertanya kepada anda tentang api yang anda bawa dalam saku anda dan antara jari-jari anda…kemudian anda letakkan di mulut anda…Relakah anda api tersebut untuk putra atau putri anda….jawaban anda akan mengatakan: “saya tidak rela untuk putra saya lantas bagaimana untuk putra atau saudari saya?!
Lantas kenapa anda relakan diri anda melakukan dosa dan jatuh dalam keharaman namun anda tidak rela hal itu untuk putra atau putri anda?!

Lantas bagaimana anggota keluarga anda dari putra dan putri anda akan tumbuh sedang mereka melihat teladan dan pengajar meniupkan racun dalam rumah mereka setiap saat?! Sesungguhnya mereka akan mengikuti teladan dan berjalan di atas jalannya ayah?! Bagaimana anda akan perbuat terhadap mereka esuk kelak.
Saudaraku Tercinta
Waktu untuk kembali sesaat lagi…tinggalkanlah bisikan-bisikan setan dan dengarkanlah firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa dan sabda Rasul sollallohu ‘alaihi wasallam serta penjelasan para ulama tentang keharaman mengkonsumsi maupun menjual rokok. Saya akan melontarkan kepada anda satu pertanyaan yang akan saya dapati jawabannya dari anda seorang diri sekarang juga…..
Pada timbangan manakah rokok ini diletakkan? Pada timbangan kebaikankah, ataukah pada timbangan keburukan?! Jawaban anda akan menyatakan: “pada timbangan keburukan” karena ia bukan termasuk barang thayyib (baik) dan karena tidak ada posisi ketiga antara kebaikan dan keburukan….Bukankah demikian?! Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:
 “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun sekalipun (amalan itu) hanya seberat biji sawi dan cukup dengan Kami Dzat yang membikin perhitungan ” (Al Anbiya’:47)

Perhatikanlah perkara ini….Dimanakah gerangan anda kelak pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya? Dimanakah gerangan anda kelak pada hari dimana semua wanita yang menyusui lalai dari anak yang disusuinya dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk?!
Pada hari sulit itu anda menunanti-nanti satu kebaikan! Namun anda sekarang mengumpulkan keburukan dan dosa-dosa!

Bahkan pantaskah anda termasuk orang-orang yang berbau tak sedap?! Cukuplah bahayanya bagi anda rokok tersebut telah dilarang di tempat-tempat umum di negara-negara kafir ?! Ikutilah daftar yang amat mengagetkan bagi orang-orang yang sakit kangker paru-paru, tenggorokan dan penyakit-penyakit rokok yang lain?!

Saudaraku tercinta
Relakah anda dikatakan seorang fasik?! Atau seorang perokok?! Padahal anda adalah fulan putra fulan. Demi Allah sekiranya setiap hisapan rokok merupakan satu keburukan maka berapa banyak keburukan yang telah anda kumpulkan semenjak anda mulai merokok? Bagaimana kelak anda menjumpai Allah subhaanahu wa ta’aalaa dengan membawa keburukan-keburukan ini? Waspadalah terhadap firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (An Nur:64)

Sesungguhnya saya memohonkan perlindungan kepada Allah untuk anda dari termasuk orang yang tidak mau kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, berjalan di belakang petunjuknya, mengikuti setan-setannya dan bermaksiat kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa dengan nikmat-nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepadanya….berupa harta, kesehatan, dua tangan dan bibir. Buanglah apa yang ada di tangan anda, mulailah lembaran baru yang disucikan oleh iman, dihiasi oleh ketaqwaan dan meninggalkan apa yang Allah larang untuk dikonsumsi maupun dijual?!

Janganlah anda pikul dosa anda pada hari kiamat beserta dosa orang-orang yang anda jual kepada mereka berikut dosa anak-anak dan teman-teman anda yang mengikuti jejak anda hingga hari kiamat….tanpa berkurang sedikitpun dosa-dosa mereka. Rasulullah sollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memulai kebiasaan buruk dalam Islam maka ia mendapat dosanya dan dosa yang melakukannya sepeninggalnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim)
Sepantasnyalah anda mendengarkan firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa dan tidak mengulangi lagi. “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang turun (kepada mereka)” (Al Hadid:16)

Saya berlindung kepada Allah jika anda mendengarkan ayat-ayat-Nya sedang hati anda tidak khusu’, anggota badan anda tidak lunak dan hati anda tidak mau tobat. Saya sodorkan kepada anda fatwa yang terhormat syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin seputar mengkonsumsi rokok dan candu. Beliau –semoga Allah merahmatinya- berkata:
“Merokok adalah diharamkan demikian pula candu. Dalil atas hal itu adalah firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa ;
 “Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri” (An Nisa: 29) dan firman-Nya
 “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Al Baqarah:195).
Telah terbukti dalam ilmu kedokteran bahwa mengkonsumsi barang-barang ini menimbulkan madharat. Dan jika menimbulkan madharat berarti haram. Dalil lain firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa :
 “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan” (An Nisa’:5)

Allah melarang memberikan harta kita kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya karena mereka akan menghamburkan dan merusaknya. Tidak diragukan lagi bahwa membelanjakan harta untuk membeli rokok atau candu berarti menghambur-hamburkan dan merusak harta maka dilarang dengan dalil ayat ini. Dalam sunnah disebutkan bahwa Rasulullah sollallohu ‘alaihi wasallam melarang menyia-nyiakan harta” sedang membelanjakan harta pada barang-barang ini termasuk menyia-nyiakan harta. Dan karena Nabi sollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
 “Tidak boleh berbahaya maupun membahayakan” sedang mengkonsumsi barang-barang ini menimbulkan bahaya (madharat). Dan karena barang-barang ini menjadikan orang bergantung kepadanya. Jika dia tidak mendapatkannya, dadanya sesak dan dunia terasa sempit baginya sehingga dia memasukkan ke dalam dirinya sesuatu yang sebenarnya tidak dia butuhkan”

Demikianlah saya berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa kiranya surat ini jatuh pada tempat yang baik di hati anda dan anda bertekad untuk taubat dari segala dosa dan kesalahan.

Dan kiranya taubat anda dalam waktu dekat ini…Jadilah orang yang cerdik, memiliki obsesi, inabah (kembali kepada Allah) dan bergembiralah dengan kebaikan besar dan pahala yang banyak. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang taubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri” (Al Baqarah : 222)

Alangkah agungnya kedudukan jika Allah subhaanahu wa ta’aalaa tai anda dan menjadikan anda termasuk hamba-hamba-Nya yang didekatkan.
Janganlah anda menjadi orang yang lemah keinginan, berkepribadian goncang dari orang-orang yang setan mengerahkan pasukan berkuda dan pasukannya yang berjalan kaki kepada mereka lalu meninggalkan jalan surga sebagaimana sabda sollallohu ‘alaihi wasallam
“Setiap umatku masuk jannah melainkan yang enggan”. Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah! Siapa yang enggan? Beliau bersabda: “Barangsiapa menaatiku masuk jannah dan barangsiapa bermaksiat kepadaku berarti ia telah enggan” (HR Bukhari)

Sholawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua. 

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar